Ancaman Limbah Medis

 Bahaya Limbah Jarum Suntik

Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk 234.693.997  juta jiwa. Dalam hal kesehatan dan lingkungan Indonesia masih di hantui berbagai macam masalah, dari mewabahnya flu burung sampai bencana lapindo yang belum juga berakhir. Hal tersebut menjadi beban bagi Pemerintah Pusat sebagai konsekuensi atas apa yang telah diperbuat oleh segelintir orang yang pintar-pintar bodoh.

Masalah lingkungan masih menjadi momok yang menakutkan. Bukan hanya masalah sampah dan limbah industri yang terang-terangan selalu menjadi musuh masyarakat, limbah medis juga bagaikan bom waktu yang lama-lama bisa meledak.  Menurut data Departemen Kesehatan tahun 2001, jumlah RS di Indonesia mencapai 1178. Bisa dibayangkan potensi bahaya yang timbul dari limbah medis yang dihasilkan oleh masing-masing RS. 

Limbah medis sendiri dibagi menjadi tiga macam yaitu limbah medis padat, cair dan nuklir. Masing-masing mempunyai potensi yang cukup membahayakan bila tidak dikelola dengan baik. Rata-rata RS di Indonesia lokasinya berdekatan dengan pemukiman dan sarana publik lainya yang secara otomatis segala kegiatan RS selalu berdampak pada lingkungan sekitarnya.

Limbah medis padat yang dibakar melalui insenerator berdampak pada polusi udara yang tak kalah hebatnya dengan asap-asap yang keluar dari cerobong-cerobong pabrik terlebih limbah medis yang komponennya adalah limbah infeksius, jaringan tubuh, jarum suntik, obat kadaluarsa, limbah sitotoksik dan sampel jaringan yang berasal dari laboratorium. Jika dibayangkan saja sudah merasa ngeri apalagi hasil pembakarannya yang tentu saja dapat menimbulkan penyakit yang mematikan karena asap yang dikeluarkan dari cerobong tersebut adalah dioxin dan furan dimana kebanyakan insenerator di RS memang hanya sebagai pembakar saja dan tidak dilengkapi alat filtrasi atau APC (air pollution control).

Sudah banyak contoh RS-RS yang berperangai buruk selain yang telah dijelaskan diatas ternyata banyak juga RS yang selalu membuang limbah medis ke TPS domestik, padahal mereka mengetahui aturan dan undang-undang yang berlaku. Ada juga yang sengaja menjualnya kepada para penadah demi keuntungan yang sia-sia.

Sudah saatnya Pemerintah sebagai regulator secara tegas menindak RS atau sarana pelayanan kesehatan lainya agar mematuhi aturan yang sudah ada karena masalah lingkungan adalah masalah masa depan. Dan akhirnya kita juga berharap RS bisa kembali kepada bisnisnya yang utama yaitu sebagai sarana pelayanan kesehatan bukan sebagai sarana sumber penyakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: